08 February 2014


MODUS PENIPUAN KENCAN ONLINE

Online-Dating-Scam 
Media internet yang telah memasuki jutaan rumah tangga Indonesia. Internet dapat diakses dengan mudah termasuk melalui perangkat handphone dan aneka gadget pintar lainnya. Kemudahan berkomunikasi dengan dunia luar mendatangkan ancaman penipuan online yang semakin meningkat. Salah satunya melalui modus pertemanan atau kencan online.
Roby, lajang 32 tahun, seorang karyawan suatu perusahaan terkemuka di bilangan Sudirman, Jakarta. Beberapa minggu yang lalu tanpa sengaja ia berkenalan seorang makhluk manis bernama Bianca, asal Italy lewat facebook. Mereka cepat menjadi akrab dan sering bertukar foto, cerita termasuk hal-hal pribadi. Sesekali mereka bertemu secara live lewat video Skype.
Roby pun tak keberatan membelikan beberapa hadiah kecil buat si kenalan barunya. Sepertinya Bianca menyukai Roby dan ingin segera ke Indonesia. Bianca menceritakan bagaimana kerinduannya menikmati eksotika Indonesia…menelusuri pulau Bali berdua dengan Roby. Hal-hal ini diungkapkan berulang-ulang sehingga Roby pun tak keberatan mengirimkan sejumlah uang untuk biaya tiket pesawat Bianca ke Bali. Mereka akan menghabiskan beberapa hari bersama di sana. Roby pun telah memesan hotel sesuai tanggal rencana kedatangan Bianca.
Apa daya, Bianca tak kunjung datang. Roby hanya bisa menyesali kekonyolan dan kebodohannya. Ia pun hanya menceritakan kisah ini agar kejadian yang sama tidak menimpa orang lain.
Kisah Shinta sedikit berbeda. Ia berkenalan dengan seorang pria Australia juga lewat email yang nyasar ke inbox-nya. Sebagaimana banyak wanita Indonesia yang senang dengan wajah bule, Shinta girang dengan perhatian Andrew yang sering menyapanya secara romantis lewat email ataupun facebook. Walaupun pacaran jarak jauh, Shinta sangat bahagia seolah ia selalu berdekatan dengan Andrew. Entah berapa forto Andrew yang dikoleksinya.
Kebahagiaan Shinta semakin memuncak ketika Andrew berencana untuk datang menemui keluarga Shinta langsung. Mungkin ia akan melamarku, pikir Shinta berbunga-bunga. Kira-kira 2 minggu sebelum rencana kedatangannya Andrew memberi kabar bahwa ia mengirim suatu paket special untuk Shinta, langsung dari kotanya, Sidney. Paket tersebut akan tiba dalam 2 hari.
Benar saja, besoknya Shinta mendapat bukti pengiriman ‘Special Package’ lewat email. Dalam bukti pengiriman tersebut terlihat detail paket berupa berat lebih 100kg. Shinta bertanya-tanya, apa gerangan yang dikirimkan Andrew seberat itu. Dalam email yang menyertai bukti pengiriman tersebut disampaikan bahwa paket telah berada di Sidney dan akan segera dikirim setela Shinta mengirimkan uang sejumlah $700 (sekitar Rp 7 juta) ke perusahaan pengiriman barang tersebut. Metode pengiriman uang disampaikan lewat email yaitu melalui Western Union dengan kode tertentu.
Shinta yang tidak pernah menggunakan Western Union, segera meminta bantuan Desy, temannya, untuk mengirimkan sejumlah uang ke ‘perusahaam pengiriman’ tersebut. Beruntung rekan Shinta sedikit paham tentang apa yang terjadi.
“Jika kamu mendapat kiriman dari luar negeri, mestinya kamu gak perlu bayar apa-apa ke luar negeri dong. Kan semua sudah dibayar oleh pengirim di sana,” kata Desy. “Kalaupun ada yang harus dibayar, biasanya pajak atau bea masuk sesuai aturan Indonesia. dan dibayarkannya ke perusahaan di Indonesia atau Kantor Bea Cukai.”
Awalnya Shinta sulit diyakinkan bahwa ia kemungkinan ditipu. Ia merasa yakin Andrew adalah pria idamannya, pria yang baik dan tidak mugnkin menipunya. Di hari kedua ketika ia tidak juga menerima paket yang dijanjikan, ia mencoba menghubungi Andrew. Ia pun membaca artikel: Tipuan Pengiriman Paket dari Luar Negeri.  Ketika Shinta mencoba mengkonfirmasi, Andrew tiba-tiba hilang kontak dari Facebook. Ia tidak juga membalas email. Shinta barulah sadar bahwa ia hampir menjadi korban penipuan online.
Apa yang dialami Roby dan Shinta di atas hanyalah dua di antara begitu banyak cerita korban romansa online. Para penipu dapat menggunakan cara apapun untuk mendapatkan korban. Selain berpotensi kehilangan harta benda, para korban bisa saja kehilangan nyawa akibat romansa online.
Jette Jacobs, perempuan asal Australia Barat, merupakan satu diantara banyak korban kencan online yang diekspos media. Awalnya Jette berkenalan dengan seorang pria melalui internet. hubungan online mereka begitu akrab. Sang pacar pun pernah mengunjunginya, sehingga Jette semakin yakin. Ia pun tanpa sadar telah mengirimkan lebih $80.000 (lebih Rp800 juta) kepada si pacar. Suatu ketika Jette memutuskan untuk mengunjungi sang pacar ke negaranya. Rupanya itulah perjalanan terakhir Jette. Sehari setelah tiba di negara tersebut, ia ditemukan sudah tak bernyawa di hotelnya. Pelaku kejahatan tersebut tidak ketahuan sampai saat ini.
Pertemanan online, juga berpotensi menjerat para korban menjadi pelaku kejahatan seperti menyelundupkan uang, narkoba,dan barang berbahaya lainnya, tanpa disadarinya.
Sharon Amstrong, seorang warga Selandia Baru, memutuskan untuk menemui pacar online-nya di Argentina. Dalam salah satu penerbangan mereka di Argentina, Sharon ditangkap karena dialah yang menjinjing kopor yang di dalamnya ditemukan narkoba. Narkoba tersebut diselipkan sang pacar tanpa sepengetahuan Sharon. Kisah cinta Sharon pun berakhir di penjara kelam Argentina.
Kasus-kasus di atas, bukan tidak mungkin juga sangat marak di Indonesia. Bisa jadi karena ketidaktahuan, kurangnya sosialisasi serta ketidakhatihatian dalam menjalin pertemanan. Media sosial seperti facebook dan email memang kerap menjadi media yang paling mudah. Lewat email para penipu seperti mengirimkan email spam yang sering digunakan juga untuk tipuan Nigeria, demi menjerat korban.
Bagaimanapun modusnya, perlu Anda ketahui bahwa:
  • Para penipu dengan modus kenalan online, akan melakukan cara-cara yang halus untuk mendapatkan simpati Anda. Proses perkenalan bisa berlangsung lama, dan mereka akan terlihat sangat sabar dan baik. benar-benar ideal untuk Anda,
  • Waspadalah bila ia mulai ‘berani’ minta uang. Bisa saja caranya halus dengan alasan orang tua atau adiknya sakit, harus segera dioperasi dll. Atau mungkin seperti kisah Roby, yang membelikan tiket pesawat karena sangat rindu bertemu,
  • Mereka akan melakukan apa saja sampai mendapatkan uang Anda. Kedepankan logika, jangan hanya menggunakan perasaan dan simpati semata,
  • Berhati-hatilah jika si dia meminta data perbankan misalnya nomor rekening dll. Bisa saja bukan Anda yang menerima uang, sebaliknya uang Anda yang melayang pergi.
  • Jika seseorang akan mengirim uang ke rekening Anda atau meminta bantuan Anda untuk membeli sesuatu, waspadalah. Bisa saja Anda dijebak secara halus ke dalam tindak kejahatan pencucian uang (money laundering).
  • Tidak sedikit juga kasus di Indonesia, dimana para wanita diperdaya, dijadikan teman kencan, diajak jalan-jalan ke luar negeri, tetapi pulangnya dititipi narkoba, baik disadari atau tanpa disadari. Bisa dibayangkan bagaimana tragis akhir dari romansa seperti ini.
  • Dia akan mengirim paket hadiah dengan nilai besar? Wah, ini modus lama yang telah sukses menguras uang para korban.
Facebook scam
Penipuan lewat Facebook, bisa menimpa siapa saja.
Tips Menghindari Penipuan Lewat Pertemanan Online:
  • Dalam segala hal, utamakan logika dan nurani Anda untuk mengambil keputusan. Apa yang terlalu menarik, bisa saja menjadi penyesalan Anda seumur hidup,
  • Hindari pertemanan yang terlalu akrab dengan orang yang tidak dikenal,
  • Sadari tanda-tanda bahaya dalam kencan online. Misalnya bila teman online Anda mulai meminta data-data pribadi, termasuk nomor rekening, nama bank, atau nama-nama anggota keluarga,
  • Jangan pernah mengirimkan uang ke orang yang baru Anda kenal secara online, apapun alasan mereka. Tidak sedikit yang sangat lihai memancing simpati dengan berbagai cerita karangan.
  • Jangan pernah membuka email dari pihak atau orang yang tidak Anda kenal, atau pihak yang Anda yakini tidak pernah berurusan dengan Anda sebelumnya. Itu bisa jadi email SPAM yang bisa berisi virus untuk mencuri data pribadi Anda (Phising), penipuan dengan modus menang undian, permintaan uang, atau ajakan pertemanan yang berpotensi berakhir tragis.
  • Pertemanan yang baik memiliki proses panjang. Jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal.

PERHATIAN PENTING !!!

Selalu Waspadai Situs Yang Mencurigakan, Dan Tetap Berhati-hati, Kejahatan Bisa Datang Kapan Saja, Jika Meragukan Gunakan REKBER (REKENING BERSAMA) Bersama Pengawas Online, Agar Transaksi Anda Aman dan Tenang,.